Apa itu guru ?
Guru adalah seorang manusia yang berjiwa hebat dan mulia, juga orang yang luar biasa namun dia juga manusia punya rasa punya hati yang dapat sedih hatinya jika para murid tidak mau menurut atau nakal ,guru yang mempunyai pengetahuan yang hebat untuk di ajarkan kepada murid nya,namun sebagian guru punya ciri khas sendirinya. di bawah ini fakta tentang guru :
- Guru lebih senang siswa atau pelajar yang diajarkan menyimak atau mendengarkan dan memahami materi yang telah disampaikan.
- Guru tidak akan mengajarkan semua pengetahuan yang dimilikinya.
- Guru tidak senang kepada siswa yang tidak menghargainya apalagi sampai membuat suasana kelas menjadi kacau.
- Guru akan lebih senang dengan sistem pembelajaran yang menggunakan teknologi seperti internet dan sebagainya.
- Guru akan lebih senang dan percaya diri apabila kebanyakan siswa dekat atau akrab dengannya.
guru
mengajar maka hargailah mereka. Karena mereka hanya ingin membantu.
Walaupun dimata para siswa atau pelajar guru itu jahat dan sebagainya,
itulah salah satu cara guru untuk membuat para siswa memahami apa yang
telah disampaikan. Guru bukanlah pekerjaan yang biasa, tetapi guru
adalah pengabdian yang harus dikenang dan dihargai. Karena mereka adalah
pahlawan bagi masyarakat luas.
PUISI UNTUK GURU
Guru
Pagi yang semangat
Kau langkahkan kakimu ke sekolah
Dengan semangat yang berimpah ruas
Kau bimbing kami dengan senyummu
Tak kenal lelah kau ajari kami
Guruku………..
Wibawamu membuatku semangat
Senyumanmu membuatku bahagia
Kau beri ilmumu kepada kami
Dan tidak mengerti menjadi mengerti
Guruku……….
Terima kasih kau telah mengajari kami
Semoga Allah membalas jasamu
Sepenggal kisah guru
Terusir dari ruang kelas, lalu menjalani ujian di sebuah gereja pada hari pertama, kisah para siswa SDN Kecil Pimpin sungguh memilukan. Namun lebih memilukan lagi kisah para guru honorer di sekolah tersebut. Mengabdi cukup lama, dengan gaji yang seadanya, mereka berharap diangkat sebagai PNS.
Harap berbalas janji untuk segera diangkat sebagai PNS. Namun janji tinggal janji, yang mudah diucap dan diingkari. Dan di saat nasib para guru masih tak menentu, datang prahara penyegelan itu. Ferlyana Adilis, Guru Kelas Dua yang juga adalah istri salah satu pemilik tanah mengaku sejak 1995 menjadi guru honor di SD tersebut.
Waktu itu, guru di sekolah tersebut baru tiga orang termasuk dirinya. “Waktu itu kami hanya bertiga,” katanya.
Ia mengaku menikmati debutnya sebagai guru dan tak lama kemudian memutuskan profesi mulia itu sebagai jalan hidupnya.
Waktu itu, ia tak tahu jika jalan itu akan berliku - liku, bahkan menukik tajam. “Saya ingin jadi guru,” tuturnya.
10 tahun kemudian, dalam pertemuan antara pihak UPT Kecamatan Kema dan pihak keluarga, disepakati pengangkatan lima anggota keluarga menjadi PNS di sekolah tersebut. “Katanya musti melalui pentahapan, sebelum kami diangkat,” ujarnya.
Ia pun dengan girang hati mengurus kelengkapan pengangkatan itu. “Saya punya ijazah PGA serta kelengkapan lainnya,” tuturnya.
Entah mengapa, berkas yang sudah selesai diurus tak ditindaklanjuti. Hal yang memicu tanda tanya hingga kini. “Tak seorang pun yang diangkat, padahal janjinya lima,” katanya sambil menghela napas panjang.
Ibu tiga ini mengungkapkan pertama menjadi guru ia digaji 25 ribu. 18 tahun kemudian yaitu di tahun 2013 ini, ia hanya mendapat gaji 350 ribu perbulan. Suaminya memang punya penghasilan cukup. Namun kecilnya gaji membuatnya kehilangan kesempatan untuk menambah penghasilan keluarga. Apalagi kebutuhan terus meningkat. Untung saja, rumahnya tak berada jauh dari sekolah hingga bisa hemat biaya makan dan perjalanan. “Untung rumah dekat, hingga bisa hemat uang,” tuturnya.
Pernah suatu kali, ia ingin berhenti mengajar. Hal tersebut urung dilaksanakan, hanya karena tangis anak - anak yang ia dengar dari rumahnya
yang tak jauh dari sekolah. “Saya tak sampai hati melakukan itu,” katanya.
Di saat dada terasa hampa dan jarum jam berhenti berdetak secercah harap tiba. “Nama saya ada di usulan Honda k2 yang tengah digodok Pemkab Minut,” tuturnya.
Menyadari waktunya sudah tak lama lagi, ia berharap akan diangkat menjadi PNS pada kesempatan ini. “Saya sudah 41 tahun,” tuturnya.
Seorang guru honor lainnya mengaku sudah delapan tahun menjadi guru honor. “Sudah sejak tahun 2004,” katanya.
Ia senantiasa cemas akan nasibnya. Namun ia lebih cemas lagi dengan nasib siswanya. “Saya ingin ada kepastian, dua - duanya yaitu nasib saya dan nasib murid, saya bawa dalam doa, Tuhan pasti memberi keadilan,” katanya.
Kepala Sekolah SD Husain Tirayoh menyatakan sekolah tersebut memiliki delapan guru, dengan komposisi, empat guru honor dan empat lagi pns. “Kami punya empat guru honor,” tuturnya.
Bupati Minut Sompie Singal memerintahkan ass 1 Ronny Siwi untuk menangani masalah tersebut. “Saya sudah perintahkan agar masalah tersebut diatasi dengan mediasi yang akan menghasilkan solusi bagi semua pihak,” tuturnya.
Selain pemerintah, anggota DPRD Minut pun sudah melakukan peninjauan di lokasi. “Salah satunya adalah bapak Husain Tuahuns,” kata seorang guru.
Rabu siang diadakan mediasi antara pihak Dikpora, Camat, Komite Sekolah dan keluarga pemilik lahan di SMP Satu Atap.
Memang “nasib adalah kesunyian masing - masing”.
sumber : http://manado.tribunnews.com/2013/05/29/kisah-guru-honor-di-sdn-kecil-pimpin-minut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar